logo

Mandiri

Unggul

Disiplin

Bedah Kurikulum Untuk Penerapan Teaching Industry, Dual System dan Meme System

Beberapa tahun terakhir ini  sektor kehidupan kita dilanda era disruption yang ditandai dengan perkembangan peran teknologi dan perubahan model bisnis dengan hadirnya masa depan ke masa kini, sektor kehidupan tersebut antara lain transportasi, telekomunikasi, perhotelan, konstruksi, perbankan sampai kepada pendidikan Tinggi.  Untuk menjawab tantangan tersebut, Politeknik Negeri Ketapang (Politap)  melaksanakan Focus Group Discussion pada tanggal 15 April 2019 di Hotel Asana Nevada Ketapang yang dihadiri pejabat struktural dan non struktural di lingkungan Politap, pemangku kepentingan dari pemerintah daerah dan  industri di Ketapang.

Endang Kusmana Direktur Politeknik Negeri Ketapang dalam sambutan pembukaan kegiatan tersebut menyampaikan bahwa di era disruption mengakibatkan timbulnya tantangan, ketidakpastian, dan kesempatan baru, kalau kita dapat memanfaatkan kesempatan tersebut maka akan meningkatkan kesejahteraan dan daya saing. Selanjutnya Endang menambahkan untuk mengantisipasi hal tersebut maka Politap sedang melakukan langkah-langkah transpormasi organisasi dengan melakukan self disruption menuju pengelolaan tri dharma yang lebih terbuka, fleksibel dan bermutu serta meningkatkan komunikasi dengan pemangku kepentingan untuk terbentuknya ekosistem riset, teknologi dan pendidikan tinggi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar, salah satu upaya yang sangat penting dan strategis adalah melakukan revisi kurikulum.

Ketua Panitia Focus Group Discussion Yusuf menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis Politap yang ke 11 dan sudah dimulai dengan penyusunan draft revisi kurikulum pada semua program studi di  lingkungan Politap, masing-masing koordinator program studi menyampaikan paparan tentang rencana pengembangan kurikulum, kemudian mendapat tanggapan dan masukan dari pemangku kepentingan untuk selanjutnya akan ditetapkan sebagai kurikulum Politap yang mulai akan diterapkan bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2019/2020.

Wakil Direktur I bidang akademik Adha Panca Wardanu sebagai penanggungjawab program kegiatan ini menyampaikan bahwa potensi Kabupaten Ketapang dimana terdapat 76 industri perkebunan, 48 industri pertambangan dan 18 industri kehutanan merupakan potensi yang luar biasa sehingga dengan terbentuknya kurikulum yang sudah sesuai dengan kebutuhan pasar, Politap sudah memulai untuk menerapkan pembelajaran dengan metode teaching industry, penerapan kurikulum Dual System dan MEME System. Danu menjelaskan Politap sebagai lembaga pendidikan vocasi berusaha menghasilkan lulusan sesuai kebutuhan industri melalui penerapan teaching industry, dengan penerapan Dual System maka mahasiswa DIII akan menempuh 3 semester di kelas, 2 semester di industri dan 1 semester riset, sedangkan mahasiswa DIV akan  menempuh 4 semester di kelas, 3 semester di industri dan 1 semester riset.) dan persiapan untuk menerapkan penyelenggaraan pendidikan vocasi dengan sistem terbuka atau MEME (multy entry multy exit) system. Danu menjelaskan dengan MEME system ini maka penyelenggaraan perguruan tinggi lebih terbuka dengan fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian pendidikan karena dilakukan dalam bentuk gelar bersama (joint degree) atau gelar ganda (double degree)  berdasarkan kurikulum bersama (joint curriculum).

Bagikan Ini :
Comments are closed.