skip to Main Content
Menu
SEJARAH SINGKAT

Politap dirintis pendiriannya pada tanggal 12 Februari 2006 berdasarkan Kesepakatan Bersama Nomor: 425.1/Ekbangsos-C dan Nomor: 03/YPI-KTP/B/02/2006 yang ditandatangani antara Bupati Kabupaten Ketapang (H. Morkes Effendi, S.Pd.) dengan Ketua Yayasan Pangeran Iranata Ketapang (Abdulbad H. A. Rani, S.Pd.). Legalitas operasional pendirian dan pembukaan program studi di Politap didasarkan pada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 66/D/O/2008 tanggal 8 April 2008.

Pada tahap awal pendirian, Politap didanai dengan dana sharing hibah dari Pemerintah Kabupaten Ketapang dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (Ditjen Dikti Depdiknas). Program studi yang dibuka pada tahap awal terdiri dari tiga program studi dengan jenjang pendidikan Diploma Tiga (D3), yaitu: (1) Perawatan dan Perbaikan Mesin, (2) Teknik Pertambangan, dan (3) Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan. Program studi-program studi tersebut masing-masing bernaung di bawah jurusan Teknik Mesin, Teknik Pertambangan dan Teknologi Pertanian. Untuk memperkokoh pendirian Politeknik Ketapang ditetapkan Perda Kabupaten Ketapang No. 17 Tahun 2009.

Secara akademik, Politap mulai beroperasi pada Tahun Akademik 2008/2009 dengan menempati kampus sementara di Komplek Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Ketapang yang berlokasi di Jl. HOS Cokroaminoto No. 32 Ketapang. Sedangkan kampus representatif Politap dibangun di atas lahan seluas ± 12 Ha. yang berlokasi di Jl Rangga Sentap Desa Dalong Kabupaten Ketapang Propinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Khusus untuk penyelenggaraan kuliah praktikum (sementara tahap awal pendirian) dilaksanakan kerjasama antara Politap dengan SMKN 2 Ketapang.

Untuk meningkatkan kompetensi akademik dari para tenaga pengajar (dosen), maka Politap mengirim sebanyak 24 orang tenaga pengajar guna melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu program pendidikan Strata 2 (S2) di Universitas Brawijaya (UNIBRAW) Malang, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak, dan Universitas Islam Negeri Bandung serta 22 orang program pendidikan Diploma Empat (D4) di Politeknik Negeri Bandung (POLBAN) serta Politeknik Pertanian Negeri Jember. Pada tahun akademik 2012/2013, seluruh dosen yang belum berpendidikan S2 (S1 dan D4) dikirimkan untuk mengikuti program pendidikan S2 sehingga diharapkan pada tahun 2014 seluruh dosen Politeknik Negeri Ketapang telah berpendidikan S2.

Mengingat sebagian besar tenaga pengajar Politap harus mengikuti program studi lanjut maka untuk menunjang kelancaran program pendidikan pada tahap awal pendirian Semester 1 Tahun Akademik 2008/2009 digunakan tenaga detasering dosen berpengalaman dari Politeknik lain yang terdiri dari: Politeknik Negeri Bandung (POLBAN), Politeknik Negeri Malang (POLINEMA), Politeknik AGP Bandung (Khusus Teknik Pertambangan), dan Politeknik Negeri Pontianak (POLNEP). Selain detasering dosen digunakan pula tenaga ahli dan detasering lain untuk menyiapkan perangkat dan aktivitas administratif termasuk bimbingan personalia pejabat struktural dan non struktural definitif agar organisasi dan manajemen Politap dapat berjalan sesuai dengan filosofi dan kaidah-kaidah sistem pendidikan Politeknik.

Mulai tahun akademik 2012/2013, seluruh program studi di Politeknik Ketapang telah terakredatasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2014  tanggal 26 Februari 2014 tentang Pendirian, Organisasi, dan Tata Kerja Politeknik Negeri Ketapang, Politeknik Ketapang berubah status kelembagaan dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan nama Politeknik Negeri Ketapang disingkat Politap. Peresmian perubahan status kelembagaan ini dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Ke-6 Susilo Bambang Yudoyono (SBY) di Istana Negara Jakarta.

Back To Top
X