logo

Mandiri

Unggul

Disiplin

Politap Gelar Pelatihan Character Building Leadership

Untuk semakin meningkatkan kualitas pendidikan, Politeknik Negeri Ketapang (Politap) memberikan Pelatihan Charter Bulding Leadership kepada suluruh citivitas akademika Politap, 28 – 30 Juli. Kegiatan dengan tema: Melalui metodelogi sensitivity trainning, kita tingkatkan kompetensi kerja bagi pegawai Politeknik Negeri Ketapang tersebut dibuka direktur Politeknik Negeri Ketapang, Dr Nurmala MM. Mereka menghadirkan narasumber Prof Dr Mochamad Imamudin MM MSc, M Ridwan Ibrahim SPsi MM, dan Rani Nurani SSos Msi.

Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Negeri Ketapang Dr Nurmala MM, mengatakan Pelatihan Charter Bulding Ledership merupakan program kegiatan tahunan. Dia menambahkan bahwa tujuan dari kegiatan ini agar citivitas akademika mempunyai karakter yang baik dan profesional, dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab pada setiap unit kerja. “Sesuai dengan aturan yang telah diperintahkan oleh Kemendikti,” katanya.

Dia menambahkan, sabagai pelayan mahasiswa, Politeknik harus bisa memberikan pelayanan yang maksimal, termasuk pada penggunaan dana yang bisa dipertanggung jawabkan pada lembaga pengawas anggaran. Sehingga, untuk memenuhi hal tersebut, menurut dia, tentu dibutuhkan pemimpin, dosen, dan staf yang mempunyai kompetensi dan dedikasi yang berkarakter baik. “Saya berharap pelatihan ini dapat dikuti secara serius dan dapat diaplikasikan secara nyata dalam manajemen operasional Poltek Ketapang,” harapnya.

Hal yang sama disampaikan Prof Dr Mochamad Imamudin MM MSc. Dia berharap dari pelatihan ini dapat membangun sebuah karakter yang baik dalam diri mereka, serta melihat potensi-potensi yang telah dimiliki. Sehingga, harapan dia, dari sini dapat dikatahui mana yang akan dibenahi dan potensi apa saja yang harus dipertahankan. “Jadi bukan menghancur karakter mereka,” timpal dia.

Imamudin mencontohkan ketika mereka sudah mempunyai rasa tangung jawab, komitmen, dan mempunyai empati yang baik, maka mereka tingga menumbuhkan sikap kepemimpinannya saja. Karena selama ini, untuk bisa menjadi pemimpin, ditegaskan dia bahwa tolak ukurnya harus bisa mengatur. Namun ketika pesan tersebut tidak sampai, atau orang yang diatur tidak menurut, maka sudah bisa dipastikan dia jika lembaga tersebut tidak solid dalam menjalankan program-program yang telah direncanakan.  “Untuk menciptakan lembaga atau instansi yang solid, pimpinan dan bawahan harus saling bersinergi,” pesan dia.

Ia juga menambahkan, sehebat apapun seorang pimpinan dalam mengatur bawahan, akan tetapi tidak memililiki bawahan yang tidak mempunyai karakter yang bagus, tidak bertanggung jawab, tidak konsekwen, dan tidak punya dedikasi, maka lembaga dan instansi tersebut akan kesulitan. Sehingga dalam hal ini, menurut dia, seorang pemimpin dan bawahan harus sama-sama mempunyai karakter yang bagus.

Kegiatan yang menghadirkan narasumber kompetensi tingkat nasional ini diakhiri dengan melakukan komitmen menandatangani kain putih yang bertuliskan spanduk sensitivity trainning.

artikel ini juga diterbitkan di : https://www.pontianakpost.co.id/lahirkan-civitas-yang-mampu-berikan-pelayanan-maksimal

Bagikan Ini :
Comments are closed.
X