Dosen Politap Terpilih Sebagai Fasilitator Nasional Pengembangan Aplikasi Talenta Digital

Dosen Politeknik Negeri Ketapang Prodi DIII Teknik Informatika Ar-Razy Muhammad terpilih sebagai fasilitator nasional pengembangan talenta Digital Kreatif yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2020. Program ini untuk merupakan  inisiatif dari pemerintah untuk mengembangkan dan meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif, khususnya Pengembang Aplikasi.

Di masa pandemi ini,  Kemenparekraf/Baparekraf hadir secara langsung memberikan angin segar untuk pengembangan talenta, sebagai upaya untuk mengaktifkan kembali ekonomi, khususnya pada bidang kreatif dan digital.  Kegiatan ini melanjutkan sukses program sebelumnya (2016-2019) dalam naungan Badan Ekonomi Kreatif, yang telah memfasilitasi puluhan ribu pengembang aplikasi dan solusi digital, Kemenparekraf/Baparekraf kembali menggelar Program Pengembangan Talenta Digital Kreatif tahun 2020.

Fasilitasi ini akan berfokus pada 2 (dua) subjek pelatihan, yakni Pengembang Aplikasi Perangkat Bergerak (mobile) dan Pengembang Aplikasi Web. Topik Pelatihan adalah Belajar Fundamental Aplikasi Android dan Membangun Progressive Web Apps. Para peserta akan diwajibkan untuk menyelesaikan kelas-kelas prasyarat yang akan diinformasikan saat mendaftar, untuk mendapatkan fasilitasi ini. Peserta fasilitasi akan dibekali dengan materi, tutorial, latihan, pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dengan standar global Google sebagai pemilik teknologi Android dan PWA, serta dukungan mentor, fasilitator, dan forum diskusi online untuk membantu peserta menyelesaikan program fasilitasi ini. Seluruh aktivitas (termasuk event dan fasilitasi) akan dilakukan secara daring (dalam jaringan/online). Program Pengembangan Talenta Digital Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Dicoding selaku Google Authorized Training Partners di Indonesia. Di akhir program fasilitasi, Kemenparekraf/Baparekraf dan Dicoding menargetkan para lulusan dapat memiliki standar Industri dan memperkuat ekosistem ekonomi digital Indonesia

Bagikan Ini :
Bagikan Berita Ini