Politap Four S ( Smart, Speed, Sincere, Solid)

Politap Gandeng International Animal Rescue Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi

Jumat, 4 Desember 2020 bertempat di Pusat Pembelajaran Sir Michael Uren Kantor International Animal Rescue (IAR) Ketapang, Politeknik Negeri Ketapang dan IAR memaparkan rencana kerjasama kelembagaan dalam rangka mendukung program Politap Membangun Vokasi Dari Desa. Kegiatan  ini merupakan tindaklanjut dari pertemuan tanggal 2 Oktober 2020 di Politap dan tanggal 16 Oktober 2020 di kantor IAR. Tujuan kegiatan ini  untuk membahas rencana kerjasama strategis Politap dan IAR 5 tahun kedepan.  International Animal Rescue (IAR) adalah lembaga nirlaba (NGO) lingkungan hidup dan berdiri sejak 2008, organisasi ini terus tumbuh sebagai lembaga yang bergerak di bidang kesejahteraan, perlindungan dan pelestarian satwa liar di Indonesia dengan berbasis pada upaya 3R dan M: RescueRehabilitationRelease & Monitoring.

Rombongan Politap diterima Direktur Eksekutif  Dr. Karmele Llano Sanchez dan jajaran manajemen IAR. Politap dan IAR memaparkan berbagai program kerjasama. Paparan pertama disampaikan pihak Politeknik Negeri Ketapang Dian Fitriani (Dosen Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan) yang menyoroto sumber daya Politap untuk berkolaborasi dengan IAR, terutama untuk melakukan penelitian pada spesies tertentu sesuai dengan peta informasi IAR. Paparan kedua disampaikan M.Razy (Dosen Teknik Informatika) terkait kerjasama pengembangan sistem informasi dengan memanfaatkan data IAR sedangkan paparan ketiga disampaikan Irfan Chalid (Dosen Agroindustri) terkait penerapan teknologi tepat guna untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat pedesaan binaan IAR.

Sementara itu pihak IAR menyajikan lima pembicara, pembicara pertama Maria dari community development menyampaikan  pentingnya intervensi inovasi teknologi untuk bisa mengembangkan livehood berbasis community based, sedangkan pembicara kedua Muhadi dari tim perlindungan orangutan pentingnya Sistem Informasi pelaporan konflik manusia dan orang utan, pembicara ketiga Toni Kaswari menyoroti pentingnya Geographic Information System atau GIS yang berbasis web. Pembicara keempat Andi Aria Fajar dari tim biodiversitas menyampaikan potensi keanekaragaman hayati membuka ruang yang sangat luas untuk melakukan riset terapan sehingga bermanfaat untuk masyarakat, sementara pembicara ke lima Abe dari program edukasi dan penyadartahuan menyoroti pentingnya media social untuk memperkuat pengembangan program kepada masyakat.

Endang Kusmana Direktur Politap selesai acara menyambut gembira rincian kegiatan kerjasama antara Politap dengan IAR, Endang menyampaikan bahwa kolaborasi IAR dan Politap akan menghasilkan dampak yang luas dan terukur bagi masyarakat, misalnya dibidang pendidikan Politap akan menerapkan kampus merdeka untuk mahasiswa yang siap menjadi relewan untuk program IAR, kerjasama pemberian beasiswa kepada masyarakat yang tidak mampu di sekitar areal yang dibina IAR. Di bidang Penelitian akan dilakukan joint research untuk meneliti spesies tertentu dari keanekaragaman hayati yang ada di areal binaan IAR, Politap akan merancang WebGIS dengan kontribusi data ratusan relawan IAR yang tersebar di Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Melawi. Di bidang pengabdian masyarakat  terkait implementasi teknologi tepat guna untuk mendorong kelompok ekonomi masyarakat, edukasi dan penyadartahuan masyarakat serta pengembangan desa wisata.

Bagikan Berita Ini